Buttadidi, 16 Juni 2009
Berjuta Untaian Hertz Frekuensi
Kasih Perlahan Menghampiri,
Dalam Periode Kilat,
Rasaku Bimbang Menghipotesis.
Lamda Gelombang Cintapun Semakin
Merambat Ke Seluruh Pembuluh Nadi
Dan Jaringan Otakku.
Seakan Membawa Alunan Resonansi Tanya
Yang Membisik Ke Setiap Coulomb Muatan Sarafku :
“ God ,,,,!!! What The Happen With Me ????
Tanpa Daya & Gaya,
Sejenak Mulai Ku Atur Tumbukan
Lentingan Getaran Hati Yang Semakin Kacau.
Tanpa Tegangan & Regangan,
Sesaat Mulai Ku Biarkan Elektron-elektron
Dilemaku Terus Mengalir Mengarungi
Arus Rangkaian Paralel Kesendirianku
Yang Tak Berkepastian.
Rangkaian Paralel Jemariku,
Anna Hiyuga Hinata Jannah
Berjuta Untaian Hertz Frekuensi
Kasih Perlahan Menghampiri,
Dalam Periode Kilat,
Rasaku Bimbang Menghipotesis.
Lamda Gelombang Cintapun Semakin
Merambat Ke Seluruh Pembuluh Nadi
Dan Jaringan Otakku.
Seakan Membawa Alunan Resonansi Tanya
Yang Membisik Ke Setiap Coulomb Muatan Sarafku :
“ God ,,,,!!! What The Happen With Me ????
Tanpa Daya & Gaya,
Sejenak Mulai Ku Atur Tumbukan
Lentingan Getaran Hati Yang Semakin Kacau.
Tanpa Tegangan & Regangan,
Sesaat Mulai Ku Biarkan Elektron-elektron
Dilemaku Terus Mengalir Mengarungi
Arus Rangkaian Paralel Kesendirianku
Yang Tak Berkepastian.
Rangkaian Paralel Jemariku,
![]() |
| The PoetLoser |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar