Buttadidi, 9 September 2011
Ku Mendamba Setangkai Mawar
yang Beribu Kali Telah Menusuk ku,
Ku Merindu Sehelai Sutra
yang Beribu Kali telah Mencekik Ku.
Ingin ku Hapus Pahit ini dengan Sekali Telan,
Namun Lidah tak Kuasa Bertaruh Mengikisnya.
Namun Lidah tak Kuasa Bertaruh Mengikisnya.
Ingin Ku Tenggelamkan Perih ini dengan Sekali Terjun,
Namun Raga tak Kuasa Berat Menindihnya.
Harusnya Ku Kokoh walau telah Layu,
Harusnya Ku Tegar Walau Telah Remuk.
Ku Fahami...
Kemarin...Guru terbaik Ku,
Hari ini Rencana Termatang Ku,
Dan Esok....
Pasti Puncak Kepuasan Ku.
Kemarin...Guru terbaik Ku,
Hari ini Rencana Termatang Ku,
Dan Esok....
Pasti Puncak Kepuasan Ku.
Lentingan Senar Batin Ku
Annahiyuga Hinata Jannah
Annahiyuga Hinata Jannah


Tidak ada komentar:
Posting Komentar