Senin, 05 Desember 2011

"KeLuh yg Ku Namai RiNdu"



Buttadidi, 5 Desember 2011

Inspirator: Abank SeraNg Q


Malam telah datang Merebah di tepi Sisi ku,
Aku tahu,,,
Love SeRaNk Q
itu pertanda...
Sesaat Lg...
Pagi...kan datang...
walau Haru Sendu Q,
penuh rayu keluh tak inginkannya

Aku Heran..
Mengapa ia dengan Bangga meLeLapkan Lelah Q..????
Sedang aQ Masih ing Mencumbu Rindu Bayang2 Tambatan hati Q...

Arrrrgggghhhhh....
Seandainya BuLan mendengar Gumam Q...
Mukin ia kn tetap setia terCekung di sana..
Merayu Malam tuk tetap terbentang kelam d Atap Perisai Q ,,
meski hari pelita terik tlah Nyata Hardik Sentak Mengusik tirainya
di hari Esok.







Tangisan Rindu Jemari Keluh Q

Annahiyuga Hinata Jannah

Sabtu, 29 Oktober 2011

Dear My Future

Buttadidi, 30 Oktober 2011
Inspirator: -




Proyeksi foton Sinar Sang Raja Pagi perlahan 
menyeLinap membeLai kusamx berjuta Nano galau Q,
bersamaan dng Gema Resonansi rindu 

yg smakin menekan Medium pangkal nadi Q,
terpercik Radiasi parsial penuh sesak yg menyeru deru 

membisik dlm untaian modulus young sajak Hati Q yg tak bertepi:
"Met Pagi Dunia  Q..

Just believe Me !!!
I 'll be stay here just For You ...My Future"






Lantunan beribu frekuensi
Penyeru Pagi Nadi Q



Jumat, 28 Oktober 2011

"Bidikan yg TerLupa"

Aku & Karya Ku

Buttadidi, 12 Juli 2008
Inspirator: My best friend Andy (Fotografer)

Karyamu Indah Namun Terkadang Engkau Terlupa,
Ciptamu Abadi Namun Terkadang Engkau Terabai,

Kau Tahu???
Mereka Buta,
Hanya Pandai Menatap diri dari Karyamu,
Tanpa Tahu Menatapmu.
Kau Simak???
Mereka Tuli,
hanya mampu memuja diri dari Ciptamu,
Tanpa Tahu memujimu.

Tapi Ku Ingin...
Jiwamu Seabadi Karyamu,
Matamu Seindah Bidikanmu,
Jarimu Selincah Sasaranmu,
Serta Senyum menawanmu Seagung rasamu.

Ku Sadari,,
Tanpamu,,,takkan Ku Tahu Ragaku Dulu,
tanpamu,,,Takkan Ku Kenang Masaku lalu..
Dan untukmu....
Terimalah Kasihku !!! (Trimakasih)

Bidikan Nyata Untaian Jemari Bisu Q

Annahiyuga Hinata Jannah

Sabtu, 10 September 2011

"My Broken Heart" (Mengenang Masa KeLam)

Palopo: Selasa, 22 April 2008 / Buttadidi: 9 Juni 2011
Inspirator: "B" & "Y"

THanks to Make me Cry

Dadaku Sesak,
Nafasku Terengah,
Aku Patah & Lemah,
TerLungLai tubuh tak terTahan,
Ku Paku Diri, Namun Jatuh jua.

Ku Bendung Tangis dengan Segala Amarah,
Derai Terus Mengalir Hingga tak Terkendali,
Membuat Batin Semakin Perih.

Hai Kawan !!!
Apa yang Engkau Tertawakan???
Apa Engkau tak pernah Teriris?
Perih Kawan...
Bagai Tertikam Beribu Keris,
Just Broken Heart
Bagai Terhujam Beribu Jarum,.

Ku Coba Mengangkat kedua tangan di Pipi,
Berusaha Membentuk Cekung Senyum..
Pipiku Berat,,, Sulit Kawan!!!
Bagai Mengangkat Beton Beratus Kilo.

Ku Coba Menutup Mata Hingga tak Bercelah,
Berusaha Menutup Aliran Derainya,
Mataku Lelah,,, Sulit Kawan!!!
Bagai Menahan Deru Ombak di Lepas Pantai.

Dan Kini....
Waktu???
Pasti Ku Nanti JAWABnya.
Do'a ???
Pasti Ku Damba WUJUDnya.
Namun Sakit?????????
Sungguh...Sungguh...
Sungguh Aku Lelah Kawan.
Ceceran Puing_Puing Bait Kehancuranku

Anna Hiyuga Hinata Jannah


Jumat, 09 September 2011

" I 'm Falling in Love"

Buttadidi, 25 September 2008

Annahiyuga Hinatajannah


Angin Merambat Syahdu Menghempas Tubuh Kecilku,
Sejenak Ragaku Tersentak tak Percaya,
Ini Buah Khayalan atau Sekedar Mimpi Buruk Belaka???!!!


Perlahan Hati Berbisik Mencari Makna Gundah di Jiwa,
Perlahan Mulai Ku Telusuri Jejak Kalbu
yang Bertengger di Pangkal Nadi,
TUHAN !!!
Nyatakah ini ??????


Mendadak Mulai Ku Atur Denyut Getar Hati yang Semakin Kacau,
Mendadak Ku Biarkan Ragaku Menyelami Lautan Kelabu yang semakin Berkabut.


Tuhan !!!
Pintaku....
Bila ini hanya Khayalku,
Biarkan Ku Tetap Termenung Terbawa Ombak Lamunanku.
Namun Bila ini Nyataku,
Biarkan Pula Mataku Tetap Terjaga
Menjelajahi Deru Damai Nafas Penantianku.


Rangkaian Berjuta Dentang Gelombang Jemariku


Aku & Karya Bodohku


Kamis, 08 September 2011

"KEMARIN KERAPUHANKU DAN ESOK HARAPANKU"

Buttadidi, 9 September 2011


Ku Mendamba Setangkai Mawar
yang Beribu Kali Telah Menusuk ku,
Ku Merindu Sehelai Sutra 
yang Beribu Kali telah Mencekik Ku.

Ingin ku Hapus Pahit ini dengan Sekali Telan,
Namun Lidah tak Kuasa Bertaruh Mengikisnya.
Ingin Ku Tenggelamkan Perih ini dengan Sekali Terjun,
Namun Raga tak Kuasa Berat Menindihnya.
Aku Tahu ......
Harusnya Ku Kokoh walau telah Layu,
Harusnya Ku Tegar Walau Telah Remuk.

Ku Fahami...
Kemarin...Guru terbaik Ku,
Hari ini Rencana Termatang Ku,
Dan Esok....
Pasti Puncak Kepuasan Ku.



Lentingan Senar Batin Ku

Annahiyuga Hinata Jannah

Rabu, 07 September 2011

ReUnian SMAPAR ONE '07 d NaV


"SaHaBaT"

Ja2HiL (SAHABAT SMA)
The Gruss UnyuUnyu (SAHABAT KKN)

Inspirator: Muh.Attar (Sahabat yg Mengabai) 
& RahmaDhany Hasan
(Buttadidi, 30 Mei 2009)


Tersudut Ku Menyepi di Balik Kabut Kehampaan Pagi,
Terhening Ku Terbuai Asa yang Melayang di Penyesakan Malam.

Kini,,,
Sesal & Sesal,,,
  
Sahabat yg Telah Mengabai
Hanya Sesal yang Semakin Mendarah Daging di Benakku,
Kecewa & Kecewa,,,
Hanya Kecewa yang Semakin Menjamur di Desah Nafasku.

Seakan Ku Terperosok Oleh Lubang Maya Kesakitan,
Tanpa Ku Sadari,
Setitik Kasih Masih Ku Rangkul Jauh di Sana.
Kadang Terabai Tatkala Terlena Buaian Kosong Kesesatan Cinta.
SAHABAT_SAHABAT FISIKA sainstek '08 UIN Alauddin Makassar 
Kadang Terlupa Tatkala Terhanyut Buaian Palsu Kehampaan Kasih.

Dalam Rangkaian Cekung Senyumnya,
Kembali Terbisik Petuah Sejuk Yang Sempat Teracuh.
Dalam Alunan Getar Harunya,
Kembali Terulur Lambaian Jemari yang Sempat Terabai.

Dikala Ku Tersayat Tumpulnya Beribu Tikaman Belati Cinta,
Sahabat,,,,
Engkaulah Penawar Abadi di Setiap Bulir Kesakitanku.


Lantunan Beribu Frekuensi Jemariku


AnnaHiyuga HinataJannah

"My Past"

(Baddoka ,9 August '11 )

Permadani biru tidaklah kelabu ... 
namun hambarx tatap, mmbuat batin
sentak merunduk mendung..
Hembusan angin tidaklah pengap..
namun kelamx desah, membuat raga
sentak meratap sekap.

kini di kala
kusutx galau prlahan hadir mencibir
mekarx keluh .
mungkinkah sepaut
senyum yg mngembang d sana .. 
kan
tetap setia hdir merangkul tiap hilir
tawa & tangis dr batin yg tak pandai
menyeru makna ini?!!!!

"Vektor Resultan Jiwaku Yang Tak Berarah"

Buttadidi, 6 Januari 2010



Vektor Resultan Berjuta Harapku
Perlahan Semakin Tersudut Tak Berarah,
Lentingan Dawai Tawa Yang Senantiasa Beresonansi Riang pun
Sejenak Berpriodik Tuk Meredam.

Namun Apalah Daya ???
Padatan Partikel-partikel Jemariku
Kini Hanya Mampu Terus Menarikan
Beribu Tarian Newton Gaya Tanpa Skalar
Makna Jiwa Yang Nyata.

Kini,
Disaat Tiada Secuil Usikan Yang Merambat
Di Aliran Elektron atom Nadiku,
Di Periode Itupulalah
Deret Desah Nafas yang Berfrekuensi Acak ini
Semakin Memburamkan Lensa Khayalku.

Tertatih Raga Ku Semakin Sesak,
Seakan Terjatuh Bebas, Tanpa Translasi &
Rotasi Yang Berarti Dalam Gravitasi Nalarku.
Terbungkam Bibirku Semakin Membeku,
Seakan Tersudut Maya, Tanpa Teta & Pshi
Yang Bernilai Di Cartesian Batinku.

Tuhan ku !!!
Biarlah Aku Tetap Terpaku Di Koordinat Fungsi Hampa ini,
Biarlah Aku Tetap Teredam Di Integral Tanpa
Batas ini,
Biar,,,,,Biarlah,,,,,
Ku Ingin Hanya Aku dan “ENGKAU” Yang Tahu
Inti Penurunan Proton Neutron Pinta Anganku ini.


Integral Tanpa Batas Jemariku

Anna Hiyuga Hinata Jannah

"Gaya Tanpa Daya Mengusik Gelombang Pertahanan Ku"

Gelombang Pengharapanku
Setahap Demi Setahap Mulai Meredam
Ingin Ku Usik Kembali Dengan
Berjuta Newton Gaya Yang Ku Miliki
Namun, Beratus Joule Usaha
Meragu Mengganggu Meleburkan Waktuku.

Lalu, Entah Sampai Kapan Periode
Kehampaan ini Kan Bergetar ?
Lalu, Entah Kan Kemana Lamda
Keraguan ini Kan Merambat ?
Lalu, Entah ,,, Entah,,,,
Entah Sampai Kapan & Dimana
Medium Limit Kebimbangan ini
Kan Mampu Bertahan ???



Tarian Newton Jemariku,

Hinata Jannah

Selasa, 06 September 2011

"Rasa yang Setimbang Pada Jiwa Diferensial"

Buttadidi, 16 Juni 2009

Berjuta Untaian Hertz Frekuensi
Kasih Perlahan Menghampiri,
Dalam Periode Kilat,
Rasaku Bimbang Menghipotesis.



Lamda Gelombang Cintapun Semakin
Merambat Ke Seluruh Pembuluh Nadi
Dan Jaringan Otakku.
Seakan Membawa Alunan Resonansi Tanya
Yang Membisik Ke Setiap Coulomb Muatan Sarafku :
“ God ,,,,!!! What The Happen With Me ????



Tanpa Daya & Gaya,
Sejenak Mulai Ku Atur Tumbukan
Lentingan Getaran Hati Yang Semakin Kacau.
Tanpa Tegangan & Regangan,
Sesaat Mulai Ku Biarkan Elektron-elektron
Dilemaku Terus Mengalir Mengarungi
Arus Rangkaian Paralel Kesendirianku
Yang Tak Berkepastian.






Rangkaian Paralel Jemariku,


The PoetLoser
 Anna Hiyuga Hinata Jannah